• Bareng6.jpg
  • Papan_nama_KPPN2.jpg
  • Pelayanan2.jpg

  Mengawali tahun anggaran 2018, satker diminta mengirimkan penetapan petugas pengantar SPM, penetapan pejabat perbendaharaan, mengembalikan Pakta Integritas, dan mengisi reviu pelaksanaan anggaran triwulan IV tahun 2017
          

Pra-pelaksanaan Anggaran Triwulan Terakhir 2014

 

Triwulan kedua tahun anggaran 2014 telah terlampaui. Para pengguna anggaran tinggal memiliki waktu 3 bulan lagi untuk melaksanakan kegiatan yang telah disusun anggarannya pada tahun 2014. Jika pada semester pertama (atau triwulan kedua) tahun anggaran 2014 target penyerapan anggaran adalah sebesar 40%, pada triwulan ketiga target penyerapan adalah sebesar 60%.

Menurut data KPPN Pangkalpinang sementara ini (sebelum dilaksanakan verifikasi dan rekonsiliasi laporan keuangan dengan satuan kerja), pencapaian penyerapan anggaran hampir mendekati nilai target yang diinginkan. Berikut data penyerapan anggaran hingga akhir bulan September 2014.

Data tersebut adalah data penyerapan anggaran untuk seluruh satuan kerja (satker) yang berada dalam wilayah pembayaran KPPN Pangkalpinang. Pada akhir semester I (bulan Juli 2014), penyerapan anggaran mencapai 34,76%, masih di bawah target penyerapan anggaran nasional yang berada di angka 40%. Sedangkan pada akhir triwulan III (bulan September 2014) penyerapan anggaran mencapai 59,04%, hampir mendekati target penyerapan yang berada di angka 60%. Triwulan IV (bulan Oktober hingga Desember 2014) penyerapan anggaran optimis dapat mencapai angka 95%. Target penyerapan di akhir tahun sebesar 95% adalah nilai yang realistis mengingat penyerapan 100% sangat sulit tercapai.

Nilai pencapaian penyerapan anggaran tersebut sedikit lebih baik daripada tahun anggaran sebelumnya (2013). Dan melihat tren pergerakan pencapaian penyerapan anggaran berdasarkan realisasi di tahun anggaran 2013, grafik pencapaian di tahun 2014 sangat mungkin untuk dapat terlaksana.

Penyerapan anggaran triwulan III secara total mencapai 59,04%. Sedangkan berdasarkan jenis belanja dapat diamati melalui tabel berikut:

Periode

Belanja Pegawai

Belanja Barang

Belanja Modal

Belanja Bantuan Sosial

Keseluruhan

 Triwulan II (semester I)

43,07%

33,00%

31,82%

29,50%

34,76%

 Triwulan III

74,88%

56,68%

52,84%

45,81%

59,04%

 

Penyerapan paling besar terjadi pada belanja pegawai. Pada bulan September 2014, belanja pegawai mencapai lebih dari Rp. 34.578 juta. Nilai realisasi belanja pegawai selalu meningkat setiap bulan dari bulan Januari hingga September 2014. Nilai tertinggi terjadi pada pembayaran belanja pegawai bulan Juli 2014 di mana pada bulan tersebut gaji bulan ke-13 PNS, anggota Polri, dan anggota TNI dibayarkan. Dengan memperkirakan nilai pembayaran gaji pada bulan Oktober hingga Desember hampir sama dengan pembayaran pada bulan September 2014, maka dapat dipastikan pencapaian penyerapan anggaran belanja pegawai hampir mendekati 100%. Belanja pegawai bulan Desember 2014 bisa jadi jauh lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya dikarenakan salah satu komponen belanja pegawai yaitu tunjangan kinerja atau tunjangan profesi guru/dosen pada beberapa satker seringkali dibayarkan langsung untuk beberapa bulan sekaligus (terkadang dalam periode semesteran). Pada jenis belanja pegawai tertentu (gaji pokok pegawai) realisasi belanja dapat melebihi pagu anggaran yang tersedia (minus).

Penyerapan anggaran yang tinggi seperti pada belanja pegawai belum nampak pada jenis belanja yang lainnya. Realisasi belanja barang dan belanja modal masih di bawah target. Bahkan realisasi belanja bantuan sosial masih berada di bawah 50%.

Dalam waktu 3 bulan, kegiatan yang telah direncakan dengan menggunakan anggaran negara harus dapat dilaksanakan. Pembayaran atas kegiatan-kegiatan tersebut akan segera ajukan oleh satker kepada KPPN dalam bulan-bulan Oktober hingga Desember. Dokumen pembayaran (SPM) yang digunakan satker untuk melakukan pencairan anggaran yang diajukan kepada KPPN akan meningkat lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan KPPN, jumlah Surat Perintah Membayar (SPM) yang diterima KPPN selama tahun 2014 dapat digambarkan dalam grafik berikut:

Hingga akhir bulan September 2014, lebih dari 25 ribu SPM yang membebani APBN tahun 2014 telah diterima KPPN Pangkalpinang. Jumlah SPM yang diterima naik setiap bulan dari bulan Januari hingga bulan Juli 2014. Jumlah SPM yang diterima di bulan Juli naik cukup banyak dibandingkan bulan sebelumnya karena pada bulan tersebut satker mengajukan SPM gaji bulan ke-13 yang dibayarkan sebelum hari raya Idul Fitri 1435H. Pada bulan Agustus 2014 jumlah SPM yang diajukan lebih sedikit dari bulan sebelumnya yang kemudian naik kembali di bulan September 2014.

Dalam grafik di atas terlihat jika proyeksi untuk bulan Oktober dan Nopember jumlah SPM yang diajukan satker akan lebih banyak daripada bulan-bulan sebelumnya. Bahkan pada bulan Desember jumlah SPM yang diterima akan meningkat tajam. Proyeksi tersebut berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya yang dapat diamati berdasarkan grafik berikut:

Pada bulan Juli 2014 SPM yang diajukan satker melonjak dibandingkan bulan sebelumnya, sama seperti kejadian di tahun 2013. Sempat turun di bulan Agustus 2013, jumlah SPM yang diajukan naik lagi hingga akhir tahun. Jumlah SPM di bulan Desember 2013 yang melonjak cukup tajam tersebut mencakup juga SPM yang membebani anggaran tahun 2013 yang diajukan satker di bulan Januari 2014 (SPM-GU Nihil). Berdasarkan pengalaman di tahun 2013 tersebut dapat diasumsikan akan terjadi juga di tahun 2014.

Di Triwulan III ini satker juga harus memperhatikan jadwal penyampaian SPM yang dibatasi. Pada bulan Desember nanti, akan ada pembatasan jadwal kapan SPM dapat diajukan kepada KPPN yang dikenal sebagai Langkah-langkah Akhir Tahun. Pada tahun 2013, jadwal pengajuan tersebut diatur sebagai berikut:

Jenis SPM

Batas Waktu Pengajuan

 SPM-UP, TUP , dan GUP

 Paling lambat 6 Desember 2013

 SPM-LS yang pekerjaannya selesai Oktober 2013

 Paling lambat 6 Desember 2013

 SPM-LS yang pekerjaannya mulai Nopember sd Desember 2013 

 Paling lambat 23 Desember 2013

 SPM-KP, KB, KC, IB, PP dan sejenisnya

 Paling lambat 23 Desember 2013

 SPM-KPBB

 Paling lambat 27 Desember 2013

 SPM-PTUP dan GUP Nihil

 Paling lambat 8 Januari 2014

 

Satker harus mengajukan SPM pada jam pelayanan hari kerja sesuai dengan jadwal tersebut. Jadwal akhir tahun 2014 bisa diperkirakan tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya. Jumlah hari kerja pada bulan Desember 2014 berkurang dua hari karena ada libur nasional Natal pada hari Kamis, 25 Desember dan cuti bersama pada hari Jumat, 26 Desember 2014. Jadwal akhir tahun akan disusun menyesuaikan jadwal libur tersebut. Satker diminta bersiap dan tidak terkejut dengan jadwal akhir tahun yang dirilis Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

 

Titian Raharjo