• Bareng6.jpg
  • Papan_nama_KPPN2.jpg
  • Pelayanan2.jpg

  Mengawali tahun anggaran 2018, satker diminta mengirimkan penetapan petugas pengantar SPM, penetapan pejabat perbendaharaan, mengembalikan Pakta Integritas, dan mengisi reviu pelaksanaan anggaran triwulan IV tahun 2017
          

Pembayaran Gaji/Tunjangan Bulan Ke-13 Tahun 2014

Petunjuk teknis pembayaran gaji bulan Ke-13 tahun 2014 telah diterbitkan. Para pegawai dapat segera menerima gaji ke-13 mereka sebelum Hari Raya Idul Fitri. Ini merupakan kabar baik di bulan Ramadhan. Kementerian Keuangan telah menerbitkan No. 144/PMK.05/2014 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Gaji/Pensiun/Tunjangan Bulan Ke-13 dalam Tahun Anggaran 2014 kepada PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun/Tunjangan yang telah ditunggu-tunggu oleh para pegawai pemerintahan. Sesuai janji para pemimpin, gaji ke-13 telah dapat dicairkan sebelum hari raya Idul Fitri.

Sesuai judul dalam peraturan tersebut, gaji/tunjangan bulan ke-13 diberikan kepada beberapa pihak. Untuk gaji/tunjangan ke-13 yang dibayarkan melalui KPPN dapat segera diajukan Surat Perintah Membayar (SPM)nya oleh satuan kerja (satker) kepada KPPN segera mulai bulan Juli 2014. Besarnya gaji/tunjangan bulan ke-13 tersebut sama dengan penghasilan sebulan yang diterima pada bulan Juni 2014. Jika penghasilan di bulan Juni tersebut belum sesuai dengan hak yang seharusnya diterima, misalnya karena ada kenaikan gaji pokok 2014, kenaikan pangkat atau kenaikan gaji berkala pegawai yang belum sempat dibayarkan di bulan Juni 2014, maka kepada yang bersangkutan tetap dibayarkan selisih kekurangan gaji/tunjangan bulan ke-13.

Satker yang telah menggunakan aplikasi GPP/BPP harus menggunakan aplikasi tersebut dan tidak diperkenankan menyusun daftar gaji bulan ke-13 secara manual. Satker yang berhubungan dengan KPPN Pangkalpinang saat ini telah menggunakan aplikasi GPP/BPP secara keseluruhan. Aplikasi GPP saat ini memiliki fasilitas untuk menyusun daftar gaji bulan ke-13 dengan mengacu pada gaji bulan Juni 2014 yang telah disusun/dibayarkan sebelumnya. Fasilitas ini memudahkan satker dalam menyusun daftar gaji bulan ke-13 sekaligus membuat daftar gaji ke-13 dibuat persis seperti gaji bulan Juni yang belum membayar sesuai dengan hak pegawai yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan pada saat pembayaran gaji bulan Juni 2014 belum dibayarkan sesuai dengan gaji pokok tahun 2014. Dengan aplikasi GPP saat ini maka satker harus membuat dua buah daftar gaji dan dua SPM untuk pembayaran gaji bulan ke-13, yaitu gaji bulan ke-13 dan kekurangan gaji bulan ke-13.

Update aplikasi gaji tanggal 15/07/2014 memecahkan masalah perhitungan ganda untuk gaji bulan ke-13. Dengan update tersebut, gaji Juni 2014 yang masih menggunakan referensi tarif gaji 2013 akan diubah menjadi referensi tarif gaji 2014 sesuai dengan peraturan terbaru mengenai tarif gaji pegawai. Satker dapat menyusun SPM gaji bulan ke-13 dalam satu SPM. Pegawai yang gaji bulan Juni 2014 dibayarkan melalui gaji susulan tidak bisa masuk ke dalam SPM gaji bulan ke-13 tetapi harus dibuatkan SPM gaji ke-13 tersendiri. Kekurangan atas gaji Juni yang bukan dikarenakan kenaikan tarif gaji juga tidak masuk ke dalam daftar gaji/SPM gaji bulan ke-13 yang pertama, dan harus dibuatkan Kekurangan gaji bulan ke-13 secara terpisah.

SPM Gaji bulan ke-13 yang disampaikan kepada KPPN disusun dengan jenis SPM : (01) Gaji Induk / Gaji Bulan Ke-13. Gaji bulan ke-13 dialokasikan dibayar melalui Bank Operasional II yang biasanya digunakan untuk pembayaran gaji induk di awal bulan. Meskipun gaji bulan ke-13 dibayarkan pada hari non awal bulan tetapi pembayarannya diterapkan seperti pembayaran gaji induk, sehingga diharapkan tidak terjadi keterlambatan pembayaran. KPPN sendiri diberi waktu selama maksimal 2 hari kerja untuk menyelesaikan penerbitan SP2D atas SPM gaji bulan ke-13. Diperkirakan satker akan bersegera menyampaikan SPM-LS gaji bulan ke-13 agar dapat segera diterima pegawai sebelum hari raya Idul Fitri.

Nah, seperti tulisan kami sebelumnya, apakah anda akan bersegera untuk membeli keperluan hari raya Idul Fitri bagi yang beragama Islam, atau mudik ke kampung halaman?

Titian Raharjo