• Bareng6.jpg
  • Papan_nama_KPPN2.jpg
  • Pelayanan2.jpg

  Akhir tahun anggaran 2017 telah dekat dan awal tahun 2018 telah mengintip, tetap semangat!!
          

 

Jakarta, 29/04/2015 - Untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan perbendaharaan negara, Pemerintah meluncurkan Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN). Peluncuran dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta pada Rabu (29/4).

SPAN sendiri merupakan bagian dari terobosan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan negara, terutama untuk mendukung kualitas dan pemanfaatan penggunaan anggaran. Implementasi SPAN diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan tepat waktu mengenai posisi keuangan pemerintah pusat, sehingga memudahkan pengambilan keputusan dalam manajemen keuangan pemerintah.

“SPAN adalah cash management system yang akan mulai kita terapkan. Dengan ini nantinya checking, controlling itu akan lebih mudah, karena setiap saat real time. Kita bisa pantau berapa (uang) yang masuk, berapa yang keluar, digunakan untuk apa. Artinya semua termonitor,” ungkap Presiden dalam sambutannya pada acara pencanangan Tahun Pembinaan Wajib Pajak 2015 dan Peluncuran SPAN.

Presiden berharap, seluruh kementerian/lembaga (K/L) dapat ikut memonitor setiap pergerakan anggaran pada masing-masing instansinya. Pekerjaan ini akan menjadi lebih mudah karena SPAN telah dilengkapi dengan perangkat bagi para menteri/pimpinan lembaga untuk memonitor pelaksanaan anggaran pada masing-masing K/L secara real time melalui online monitoring SPAN yang berbasis web maupun mobile device.

“Diharapkan seluruh K/L betul-betul ikut memonitor setiap pergerakan anggaran, setiap pergerakan uang yang ada di K/L masing-masing, dan jangan sampai satu rupiahpun lolos, karena ini sistem, dan saya kira jangka panjang ini akan memperbaiki tata kelola pemerintahan kita,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mengupayakan pembangunan sistem seperti ini untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan. Dengan tata kelola pemerintahan yang baik, presiden meyakini kepercayaan dari investor dan negara-negara lain terhadap Indonesia juga akan meningkat.

“Inilah pembangunan sistem yang terus akan kita lakukan, sehingga governance kita akan lebih baik. Karena persepsi orang, persepsi investasi, persepsi negara lain itu akan baik, akan mucul lebih baik kalau sistem-sistem yang ada ini kita perbaiki,” ungkapnya.

Sumber : Kemenkeu.go.id